Hidup kita bisa dikatakan dibatasi oleh waktu. Takkan selamanya abadi, maka tentu sangat penting sekali untuk mengisi dan menghiasinya dengan kegiatan yang bervariasi. ini diharapkan agar hidup ini menjadi indah dan menyenangkan.

Jumat, 11 Februari 2011

Pengertian Pengecoran

A. Mengenal Proses Pengecoran Logam

1. Pengertian

Pengecoran (casting) adalah suatu proses penuangan materi cair seperti logam atau plastik yang dimasukkan ke dalam cetakan, kemudian dibiarkan membeku di dalam cetakan tersebut, dan kemudian dikeluarkan atau dipecah-pecah untuk dijadikan komponen mesin. Pengecoran digunakan untuk membuat bagian mesin dengan bentuk yang kompleks.





Gambar 2 1. Logam cair sedang dituangkan ke dalam cetakan


 

Pengecoran digunakan untuk membentuk logam dalam kondisi panas sesuai dengan bentuk cetakan yang telah dibuat. Pengecoran dapat berupa material logam cair atau plastik yang bisa meleleh (termoplastik), juga material yang terlarut air misalnya beton atau gips, dan materi lain yang dapat menjadi cair atau pasta ketika dalam kondisi basah seperti tanah liat, dan lain-lain yang jika dalam kondisi kering akan berubah menjadi keras dalam cetakan, dan terbakar dalam perapian. Proses pengecoran dibagi menjadi dua, yaitu : expandable (dapat diperluas) dan non expandable (tidak dapat diperluas).




Gambar 2 2. Proses pengecoran logam


 

Pengecoran biasanya diawali dengan pembuatan cetakan dengan bahan pasir. Cetakan pasir bisa dibuat secara manual maupun dengan mesin. Pembuatan cetakan secara manual dilakukan bila jumlah komponen yang akan dibuat jumlahnya terbatas, dan banyak variasinya. Pembuatan cetakan tangan dengan dimensi yang besar dapat menggunakan campuran tanah liat sebagai pengikat. Dewasa ini cetakan banyak dibuat secara mekanik dengan mesin agar lebih presisi serta dapat diproduk dalam jumlah banyak dengan kualitas yang sama baiknya.

Kamis, 10 Februari 2011

DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN I

MEMBACA GAMBAR TEKNIK

BAB TOLERANSI

KELAS XI TPMD

NO

NIS

NAMA

 

NILAI

1

08.09100387

PETA OCKY TARIKA

  

65

2

09.001021

AGUNG BUDIARTO

  

 75

3

09.001022

AGUNG PRABOWO

  

 30

4

09.001023

AGUS DWI ANTORO

  

 80

5

09.001024

AGUS DWI NURFANTO

  

 50

6

09.001025

AGUS NURCHOLIS

  

 60

7

09.001026

ANDRE ROHMAN WITANTO

  

 55

8

09.001027

BAYU EKO SAPUTRO

  

 50

9

09.001028

BIMA SURYA UTAMA

  

 40

10

09.001029

DEDE GALIH SAPUTRA

  

 65

11

09.001030

DERI FAUZI TIAWARA

  

 65

12

09.001031

DHADING BASKORO WIBOWO

  

 55

13

09.001032

EVAN EGGA ANGGANA

  

 40

14

09.001033

FERDIAN GILANG PRADANA

  

 25

15

09.001034

HANDIKA NURI PRASETIYA

  

 75

16

09.001035

IBNU RIYANTO

  

 75

17

09.001036

IHSAN WAHYUDI

  

 60

18

09.001037

ILHAM PRAMUDYA ADI SARNO

  

 45

19

09.001038

JAJANG SARIF DUROHMAN

  

 80

20

09.001039

JONTANG SETIAWAN

  

 65

21

09.001040

M INDZAR AL MUNAWAR

  

 30

22

09.001041

MARUB TUHU PRASETYO

  

 60

23

09.001042

MARYANTO

  

 65

24

09.001043

MUFLIHUUN

  

 20

25

09.001044

MUHAMMAD DARY NUR RABBANI

  

 40

26

09.001045

N A GHIFAR MIFTAHUDDIN

  

 0

27

09.001046

RAMADHAN PANJI PRAKOSO

  

 55

28

09.001047

SETIAWAN VIKI WIHARNO

  

 40

29

09.001048

SUPRIYONO

  

 45

30

09.001049

TOMI SATRIA ADE PRASETA

  

 70

31

09.001050

VERY PRISTIANTO

  

 35

32

09.001051

WAHYU DWI P

  

 60

33

09.001052

WAYAN PRASETYO

  

 5

34

09.001053

YOGANANDA ADITYA RAHMAN

  

 55

35

09.001054

YUSUF AMIN NURDIN

  

 25

  

  

  

  

  

BATUAN

Batuan


 

Batuan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Batuan beku
  2. Batuan sedimen
  3. Batuan leleran atau metamorpik


 

  1. Batuan beku

    Batuan beku adalah batuan yang berasal dari magma yang mula – mula panas dan cair, kemudian membeku dan menjadi padat. Ukuran besarnya batuan beku ini sangat diperngaruhi oleh berapa lamanya cairan yang panas tersebut menjadi padat. Kalau cepat, maka volumenya kecil – kecil, sedangkan apabila waktunya lama atau lambat ukurannya besar – besar. Contoh batuan beku:

    1. Granit, berwarna abu – abu ataumerah muda karena terdiri atas mineral mika, kuarsa, dan felsfar.
    2. Basalt, berwarna hitam kehijauan dan kadang kelihatan berlubang – lubang.
    3. Batu apung atau batu kambang, berwarna putih abu – abu, berlubang – lubang, serta lebih ringan dari pada air.


       

  2. Batuan sedimen

    Batuan ini terbentuk sebagai endapan karena perngaruh air dan dingin. Butiran – butiran yang dibawa air dan angin bertumpuk – tumpuk mennjadi endapan yang lama – kelamaan membentuk batuan. Contoh:

    1. Batu kapur, berwarna putih abu – abu, karena terdiri atas kalsit
    2. Batu pasir, berwarna abu – abu hitam, terdiri atas kuarsa yang berbutir – butir atau gumpalan
    3. Konglomerat, merupakan batu – batu dan kerikil bundar yang melekat menjadi satu.


       

  3. Batuan leleran atau metamorpik

    Batuan ini terbentuk karena pengaruh tekanan yang sangat besar dan panas yang sangat tinggi. Contoh:

    1. Gneiss, yaitu granit yang telah berubah bentuk dan warnanya. Mineral yang menyusun batuan tersebut sering berlapis – lapis. Gneiss yang berwarna putih disebut muskovit, dan yang berwarna hitam disebut biotit. Muskovit dan biotit inilah mineral yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan mika.
    2. Marmer atau batu pualam. Yaitu batu kapur (kalsit) yang telah berubah bentuk dan warnanya yang indah bila digosok.
    3. Sabak, berasal dari tanah liat yang berlapis – lapis dan menjadi keras. Sabak digunakan sebagai bahan isolasi, dan pada saat kertas masih mahal digunakan sebagai batu tulis.


 

Ilmu Logam


 

Ilmu logam adalah suatu pengetahuan tentang logam – logam yang meliputi: sifat, struktur, pembuatan, pengerjaan dan penggunaan logam dan paduannya. Ilmu logam dibedakan:

  1. Ilmu logam ekstratif, yaitu yang menerangkan tentang produksi logam, meliputi dasar pengolahan dan penyelidikan mulai dari bijih logam.
  2. Ilmu logam adaptif, menerangkan tentang sifat – sifat fisik yang tampak dari logam sehingga dapat membantu dalam pemilihan suatu logam untuk kebutuhan tertentu.
  3. Metalurgi, menerangkan cara memisahkan unsur – unsur logam dari bijih – bijih logam dan mineral.
  4. Metalografi, ilmu tentang penyelidikan logam untuk mengetahui sifat, struktur, kadar logam, dari suatu logam atau paduan logam.

Rabu, 26 Januari 2011

MINERAL

ILMU LOGAM


 

Pendahuluan


 

Di bumi terdapat terdapat banyak sekali zat – zat yang berguna untuk keparluan hidup kita, misalnya: minyak tanah, solar, bensin dll yang disebut minyak bumi. Juga unsur – unsur kimia yang berguna seperti: bijih besi, nikel, tembaga, uranium, titanium dst beserta mineral dan batuan.


 

Mineral dan batuan


 

Mineral adalah bahan dalam bumi yang mempunyai bentuk dan ciri – ciri khusus serta mempunyai susunan kimia yang tetap.

Batuan merupakan kombinasi antara dua macam atau lebih mineral dan tidak mempunyai susunan mineral yang tetap.

Bijih adalah mineral atau batuan yang mengandung satu atau beberapa macam logam dalam persentase yang cukup banyak untuk dijadikan bahan tambang.

Logam dalam keadaan murni jarang sekali terdapat di dalam bumi, kebanyakan merupakan senyawa oksida, sulfida, karbonat, dan sulfat yang merupakan bijih logam yang perlu diolah menjadi bahan.


 

Ciri – ciri mineral


 

  1. Warna

    Mineral mempunyai warna – warna tertentu, misalnya: malagit (logam asal tembaga) berwarna hijau, lazurit dan korundum berwarna biru, ada pula mineral yang memiliki bermacam – macam warna, misalnya kuarsa.

  2. Cerat

    Cerat ialah warna yang timbul bila mineral tersebut digoreskan pada porselen yang tidak dilicinkan (kalau porselen itu sudah dilicinkan warnanya sudah tidak asli karena sudah ada zat lain).

  3. Kilatan

    Kilatan ialah sinar suatu mineral apabila memantulkan cahaya yang dikenakan kepadanya. Misalnya emas, timah, dan tembaga, yang mempunyai kilat logam; pirargirit mempunyai kilat seperti intan; krisotil yang mengandung banyak asbes berkilat, seperti sutera; dan kaolin sebagai bahan pembuat porselen yang tidak berkilat (suram).

  4. Kristal

    Mineral mempunyai bidang – bidang datar halus yang disebut Kristal atau belahan. Misalnya seng, patahannya akan memperlihatkan dengan jelas bentuk kristalnya, sehingga sepotong seng dapat dipecah – pecah menjadi beberapa kubus.

  5. Bentuk Kristal

    Mineral yang satu dengan lainnya mempunyai bentuk Kristal yang berbeda, contohnya:

    1. Bentuk kubus, misalnya pada galmei (bijih seng) dan antimminiglans (bijih antimoni), seperti pada garam dapur
    2. Bentuk heksagonal (enam bidang), misalnya pada kuarsa
    3. Bentuk octahedron (delapan bidang), misalnya pada intan.
    4. Bentuk rombohedron (dua belas bidang), misalnya pada kalsit.
  6. Berat Jenis

    Mineral pada umumnya mempunyai berat jenis antara dua sampai empat ton per meter kubik (2 sampai 4 ton/m³; kg/dm³; dan gram/mm³) berat jenis ini akan berubah setelah diolah menjadi bahan. Misalnya, emas berat jenisnya 19,3 gram/mm³ dan besi berat jenisnya 7,8 gram/mm³.

  7. Kekerasan

    Kekerasan adalah ketahanan sebuah mineral terhadap goresan dengan mineral yang lain. Bekas goresan ini tidak dapat hilang bila dihapus, seandainnya dapat dihapus berarti goresan tersebut sebenarnya bubuk bahan yang lebih lunak yang melekat pada bahan yang lebih keras. Jadi bukan merupakan goresan atau luka yang sebenarnya.

    Kekerasan mineral diukur denga membandingkan dengan mineral lain yang telah ditetapkan sebagai pembanding. Menurut Mohs kekerasan mineral dibagi menjadi sepuluh urutan, dari 1 sampai 10.


     

    Daftar kekerasan menurut Mohs

Angka kekerasan

Bahan

1

Talk

2

Gibs

3

Kalsit

4

Fluorit

5

Apatit

6

Feldspat

7

Kuarsa

8

Topaz

9

Korundum

10

Intan

Talk yang mempunyai kekerasan 1, dengan mudah dapat digores kuku jari kita yang mempunyai kekerasann 2,5.

  1. Reaksi Kimia

    Mineral dapat dikenal dengan mereaksikannya dengan zat kimia. Misalnya kapur marmer (kalsit) bila ditetesi dengan HCl akan mengeluarkan gas yang tak berwarna dan tak berbau yaitu CO2. Dengan jalan ini dapat diketahui senyawa yang terdapat di dalam mineral.

Ilmu Logam I

ILMU LOGAM


 

Pendahuluan


 

Di bumi terdapat terdapat banyak sekali zat – zat yang berguna untuk keparluan hidup kita, misalnya: minyak tanah, solar, bensin dll yang disebut minyak bumi. Juga unsur – unsur kimia yang berguna seperti: bijih besi, nikel, tembaga, uranium, titanium dst beserta mineral dan batuan.


 

Mineral dan batuan


 

Mineral adalah bahan dalam bumi yang mempunyai bentuk dan ciri – ciri khusus serta mempunyai susunan kimia yang tetap.

Batuan merupakan kombinasi antara dua macam atau lebih mineral dan tidak mempunyai susunan mineral yang tetap.

Bijih adalah mineral atau batuan yang mengandung satu atau beberapa macam logam dalam persentase yang cukup banyak untuk dijadikan bahan tambang.

Logam dalam keadaan murni jarang sekali terdapat di dalam bumi, kebanyakan merupakan senyawa oksida, sulfida, karbonat, dan sulfat yang merupakan bijih logam yang perlu diolah menjadi bahan.


 

Ciri – ciri mineral


 

  1. Warna

    Mineral mempunyai warna – warna tertentu, misalnya: malagit (logam asal tembaga) berwarna hijau, lazurit dan korundum berwarna biru, ada pula mineral yang memiliki bermacam – macam warna, misalnya kuarsa.

  2. Cerat

    Cerat ialah warna yang timbul bila mineral tersebut digoreskan pada porselen yang tidak dilicinkan (kalau porselen itu sudah dilicinkan warnanya sudah tidak asli karena sudah ada zat lain).

  3. Kilatan

    Kilatan ialah sinar suatu mineral apabila memantulkan cahaya yang dikenakan kepadanya. Misalnya emas, timah, dan tembaga, yang mempunyai kilat logam; pirargirit mempunyai kilat seperti intan; krisotil yang mengandung banyak asbes berkilat, seperti sutera; dan kaolin sebagai bahan pembuat porselen yang tidak berkilat (suram).

  4. Kristal

    Mineral mempunyai bidang – bidang datar halus yang disebut Kristal atau belahan. Misalnya seng, patahannya akan memperlihatkan dengan jelas bentuk kristalnya, sehingga sepotong seng dapat dipecah – pecah menjadi beberapa kubus.

  5. Bentuk Kristal

    Mineral yang satu dengan lainnya mempunyai bentuk Kristal yang berbeda, contohnya:

    1. Bentuk kubus, misalnya pada galmei (bijih seng) dan antimminiglans (bijih antimoni), seperti pada garam dapur
    2. Bentuk heksagonal (enam bidang), misalnya pada kuarsa
    3. Bentuk octahedron (delapan bidang), misalnya pada intan.
    4. Bentuk rombohedron (dua belas bidang), misalnya pada kalsit.
  6. Berat Jenis

    Mineral pada umumnya mempunyai berat jenis antara dua sampai empat ton per meter kubik (2 sampai 4 ton/m³; kg/dm³; dan gram/mm³) berat jenis ini akan berubah setelah diolah menjadi bahan. Misalnya, emas berat jenisnya 19,3 gram/mm³ dan besi berat jenisnya 7,8 gram/mm³.

  7. Kekerasan

    Kekerasan adalah ketahanan sebuah mineral terhadap goresan dengan mineral yang lain. Bekas goresan ini tidak dapat hilang bila dihapus, seandainnya dapat dihapus berarti goresan tersebut sebenarnya bubuk bahan yang lebih lunak yang melekat pada bahan yang lebih keras. Jadi bukan merupakan goresan atau luka yang sebenarnya.

    Kekerasan mineral diukur denga membandingkan dengan mineral lain yang telah ditetapkan sebagai pembanding. Menurut Mohs kekerasan mineral dibagi menjadi sepuluh urutan, dari 1 sampai 10.


     

    Daftar kekerasan menurut Mohs

Angka kekerasan

Bahan

1

Talk

2

Gibs

3

Kalsit

4

Fluorit

5

Apatit

6

Feldspat

7

Kuarsa

8

Topaz

9

Korundum

10

Intan

Talk yang mempunyai kekerasan 1, dengan mudah dapat digores kuku jari kita yang mempunyai kekerasann 2,5.

  1. Reaksi Kimia

    Mineral dapat dikenal dengan mereaksikannya dengan zat kimia. Misalnya kapur marmer (kalsit) bila ditetesi dengan HCl akan mengeluarkan gas yang tak berwarna dan tak berbau yaitu CO2. Dengan jalan ini dapat diketahui senyawa yang terdapat di dalam mineral.


     

Selasa, 07 Desember 2010

Rabu, 24 November 2010

Sepeda imoet


Nie sepeda imoet n gaul, coba kita pakai bersepeda keliling kota... uh pasti menyenangkan n menyehatkan.